Monday, 12 April 2021
More

    Latest Posts


    Studi: Video Games Baik untuk Kesehatan, Namun Ada Syaratnya

    Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang bermain video games dalam jangka waktu yang lama, cenderung merasa lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

    Dilansir dari BBC, studi yang dilakukan oleh Oxford Internet Institute ini berfokus pada dua games, yakni Animal Crossing Nintendo dan Plants vs Zombie milik EA.

    Dalam langkah yang tidak biasa, pengembang games membagikan data anonim tentang durasi lama bermain para pengguna. Log ini kemudian ditautkan dalam survei. Dimana para pemain menjawab pernyataan tentang kesejahteraan mereka.

    Sebanyak 3.274 gamers terlibat. Semuanya berusia di atas 18 tahun. Dalam penelitian sebelumnya, data yang dikumpulkan tentang durasi sesi permainan subjek didasarkan pada “perkiraan waktu” yang dilaporkan sendiri dan yang bisa jadi tidak akurat.

    Nintendo hanya menyediakan data tentang waktu bermain dalam Animal Crossing: New Horizons. Namun, EA juga membagikan beberapa data tentang kinerja dalam games Plants vs Zombies: Battle for Neighborville. Game ini termasuk pencapaian dan emoticon yang digunakan peserta untuk mengekspresikan diri.

    Dalam studi ini, para gamer juga ditanya bagaimana perasaan mereka mengenai pengalaman saat bermain games. Prof Andrew Przybylski yang memimpin penelitian tersebut mengaku ia terkejut dengan hasilnya.

    “Jika kamu bermain Animal Crossing selama empat jam sehari, setiap hari, kamu cenderung mengatakan akan merasa jauh lebih bahagia daripada seseorang yang tidak,” katanya. “Hal tersebut tidak berarti Animal Crossing dengan sendirinya membuatmu bahagia.”

    Namun, ia menambahkan, 40 tahun penelitan sebelumnya menunjukkan bahwa semakian lama seseorang bermain games, maka akan semakin tidak senang mereka mengatakannya.

    Mereka menyarankan bahwa salah satu alasan perbedaan mungkin karena kedua games ini memiliki fitur sosial. Dimana pemain berinteraksi dengan karakter yang dikendalikan oleh manusia lain.

    “Saya tidak berpikir orang menghabiskan banyak waktu untuk game dengan aspek sosial kecuali mereka senang tentang itu,” katanya. “Ini seperti pendingin air digital,” tambahnya.

    Ia menyarakan kedua judul tersebut memberikan cara baru untuk berbaur dengan orang lain secara online. Namun, ia mengatakan bahwa mereka yang merasa harus bermain – misalnya karena mereka berusaha menghindari stres di tempat lain dalm hidup mereka – melaporkan bahwa mereka kurang puas. Profesor tersebut telah meminta para pembuat game lain untuk berbagi data serupa.

    “Kami perlu mempelajari lebih banyak permainan dan lebih banyak pemain dari waktu ke waktu,” katanya. “Ini seperti membiarkan psikolog mempelajari semua taman bermain di dunia.”

    “Kami mungkin membangun teori intimidasi atau mempelajari bagimana orang membangun persahabatan baru. Harapan saya adalah hal ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kolaborasi serta data terbuka,” tutupnya.

    Baca juga, Nintendo Switch Jadi Bestselling Console Selama 23 Bulan di AS

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR