Twitter Didenda Australia Gegara Gagal Lindungi Konten Anak

0
Pengguna X Twitter
Foto: ZDNET

Gadgetdiva.id — eSafety, regulator keamanan online asal Australia mendenda Twitter alias X sebesar USD 386.000 atau sekitar Rp. 6 Miliar pada Senin (16/10). Denda tersebut diberikan karena platform tersebut dianggap gagal melindungi konten pelecehan anak.

Badan pengawas Australia tersebut sebelumnya telah menerbitkan pemberitahuan hukum terhadap sejumlah platform berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online yang berlaku pada Februari lalu. Di antaranya ialah Google,TikTok, Twitch, Discord dan Twitter.

Pemberitahuan tersebut meminta sejumlah perusahaan ini untuk memberi jawaban atas petanyaan terkait penanganan mereka terhadap konten pelecehan seksual terhadap anak (CSAM).

Dalam siaran persnya yang dikutip dari TechCrunch, eSafety menyatakan bahwa Twitter tidak menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Perusahaan milik Elon Musk tersebut juga dikritik karena tidak memberi jawaban tepat waktu atas pertanyaan dari regulator tersebut.

Terlebih, Twitter juga tidak memberikan informasi terkait teknologi pendeteksi CSAM dalam live streaming. Platform tersebut bahkan tak menggunakan teknologi apapun untuk mendeteksi tindakan grooming.

Jawaban Twitter tesebut dikritik oleh Komisaris eSafety Julie Inman Grant. Platform tersebut dinilainya gagal dalam memenuhi janji dalam memerangi CSAM.

“Twitter/X telah menyatakan secara terbuka bahwa memberantas eksploitasi seksual terhadap anak adalah prioritas nomor 1 bagi perusahaan, namun hal ini tidak bisa hanya sekadar omong kosong, kita perlu melihat kata-kata yang didukung dengan tindakan nyata” ungkap Julie dalam sebuah pernyataan.

Jika Twitter/X tak dapatmemberikan jawaban atas pernyataan terkait penanganan konten eksploitasi seksual terhadap anak, lanjut dia, maka mereka tidak ingin menjawab bagaimana hal tersebut dapat dianggap publik atau mereka memerlukan sistem yang lebih baik untuk mengawasi operasi mereka sendiri.

“Kedua skenario ini mengkhawatirkan kami dan menunjukkan bahwa mereka tidak memenuhi tanggung jawab mereka dan harapan masyarakat Australia,” kata dia.

Bulan lalu, X menghapus opsi bagi pengguna untuk melaporkan misinformasi politik. Kemudian, Elon Musk juga telah memecat sekelompok besar staf yang menangani masalah kepercayaan dan keamanan.

Bulan Desember lalu, Twitter juga membubarkan tim Trust & Council, sebuah kelompok penasihat yang berkonsultassi dengan platform tersebut mengenai isu-isu penghapusan CSAM secara efektif. Sebagai bagian dari penghematan biaya, perusahaan media sosial tersebut menutup kantor fisiknya di Australia awal tahun ini.

Awal bulan ini, India juga mengirimkan pemberitahuan untuk Twitter, Youtube dan Telegram utuk mengapus CSAM dari platform mereka. Sementara, platform tersebut juga ditegur oleh Uni Eropa terkait langkah yang diambil perusahaan dalam mengatasi misinformasi seputar perang Israel-Hamas.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Tinggalkan Balasan