Thursday, 17 June 2021
More

    Latest Posts


    Plagiarisme Sudah Ada Sejak Abad Pertama Masehi, begini sejarahnya

    Paradiva, pasti sudah pada paham dengan plagiarisme. Yap, sebuah tindakan mengambil karya orang lain dan menganggapnya sebagai karya kita. Atau yang kita kenal dengan plagiat. Nah, sebenarnya darimana sih kata tersebut diciptakan? Simak, ya!

    Plagiarisme sering terjadi jika ada suatu karya seni, lukis maupun bahasa tertulis, pasti bakal ada yang menjiplaknya. Seperti yang terjadi pada abad pertama Masehi.

    Dilansir dari Plagiarisme Today, Kata “Plagiraisme” diciptakan sejak abad tersebut. Sejarah mengungkap bahwa cerita dibalik terciptanya plagiarisme, melibatkan seorang penyair romawi dan pencuri karya sastranya.

    Meskipun tidak ada yang mengetahui nama asli dari si penjiplak ini, namun kasus ini membuat hidupnya berada di dalam keburukan dan membantu menghambat nama serta reputasi Martial, salah satu penyair paling terkenal pada  masanya.

    Martial adalah seorang penyair roman yang hidup dari tahun 40 M hingga tahun 102 dan 104 M. Meskipun, dirinya bukan seorang yang terkenal. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak peduli dengan banyak karya sebelumnya, sekitar tahun 80 M dimana ia mulai menikmati kesuksesannya. Hingga, terus berlanjut di kemudian hari.

    Namun, Martial menemukan bahwa karyanya ini disalin dan dibicarakan secara grosir oleh penyair lain tanpa atribusi. Hal ini merupakan tindakan yang sangat umum pada masa itu. Pasalnya, penyair pada umumnya lebih diharpkan untuk membaca dan menyampaikan karya-karya sebelumnya daripada membuat karya yang baru dan asli.

    Akan tetapi, Martial tak bisa tinggal diam, ia tidak ingin membiarkan karyanya diambil orang lain tanpa undang-undang hak cipta atau bantuan hukum lainnya. Jadi, ia menggunakan alat yang ia miliki, yakni kata-katanya.

    Martial menulis beberapa ayat yang ditujuakan untuk penjiplak. Ia menyebut si penjiplak itu dengan julukan ‘Fidentinus’.

    Fame has it that you, Fidentinus, recite my books to the crowd as if none other than your own.
    If you’re willing that they be called mine, i’ll send you the poems for free. 
    If you want them to be called yours, buy this one, so that they won’t be mine. 

    Melalui puisi itulah, ia menggunakan kata latin “plagiarus” untuk menggambarkan si pencuri sastra yang tidak disebutkan namanya. Istilah sebelumnya yang digunakan untuk plagiarisme adalah “kidnap” yang berarti penculikan.

    Secara khusus “kidnap” terkait dengan penculikan budak seseorang atau untuk mengambil seseorang untuk dimerdekakan, lalu menjadikannya mereka budak. Singkatnya, Martial mengatakan bahwa apa yang dilakukan penjiplak tersebut mirip dengan “menculik budak”

    Terdengar masuk akal, meningat Martial seperti yang ia deskripsikan pada kutipan di atas, kurang peduli dengan orisinalitas karyanya dan lebih mementingkan pembayaran untuk mereka. Sesuatu yang disangkal oleh para penjiplak tersebut.

    Sementara itu, kemungkinan penghinaan dan perbandingan yang tidak biasa, ekspresi itu tetap ada. Dibutuhkan waktu hampir 15 abad untuk membuatnya masuk ke dalam bahasa Inggris.

    Baca juga, Alasan kenapa Comic Sans bikin orang sebel

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR