Cegah COVID-19, ini tips aman pesan makan lewat aplikasi online

Jika paradiva lebih sering tinggal di rumah akibat pandemi coronavirus, kamu mungkin bertanya-tanya, apakah masih dapat memesan melalui layanan makanan atau pengiriman bahan makanan? Dan apakah itu aman?

Sama halnya seperti di US, layanan makanan dan bahan makanan seperti DoorDash, Postmates, Grubhub, Uber Eats, dan Instacart masih tetap beroperasi meski saat ini wabah coronavirus mencekam.

menurut CDC dan FDA, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan, meskipun kuman diketahui hidup di permukaan hingga sembilan hari.

Nah, biasanya masalah yang potensi lebih besar yaitu menularkan virus corona dari pengirim ke pelanggan, atau sebaliknya, melalui batuk, partikel udara yang menguap atau kontak langsung lainnya.

Sebagai tanggapan, banyak layanan pengiriman makanan pindah ke drop-off contactless, atau mendorong pelanggan untuk mengambil keuntungan dari instruksi drop-off untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran virus.

Sebelumnya pada bulan Maret, layanan pengiriman makanan Postmates memperkenalkan fitur yang disebut Dropoff Options, dimana pelanggan mampu untuk memilih bertemu dengan sopir pengiriman mereka di pintu, mengekang, atau tanpa interaksi langsung denga cara menaruh kiriman dipintu atau tempat aman.

Seperti contoh, layanan pengiriman bahan makanan Instacart meluncurkan opsi Leave at My Door Delivery di seluruh AS. Uber Eats juga membebaskan biaya pengiriman di AS dan Kanada selama pandemi coronavirus ini.

Gimana, sih cara kita untuk mem-protect diri? Dikutip dari laman, Cnet, berikut ada tiga tips untuk memesan makanan atau pengiriman bahan makanan secara aman, jika paradiva sakit atau hanya tinggal di rumah agar tetap sehat.

Tinggalkan instruksi pengiriman

Setiap kali paradiva memesan take-out atau bahan makanan secara online, kamu bakal menemukan kolom kosong berjudul “instruksi pengiriman.” Biasanya, kamu mungkin menggunakan ini untuk memberikan kode gerbang, atau patokan rumah.

Nah, sekarang paradiva bisa meminta pengemudi untuk mengantar makanan di pintu, atau mengirim foto di mana makanan harus diletakkan. Biasanya, pelanggan sering juga menghubungi pengemudi mereka secara langsung melalui aplikasi untuk melakukan pengaturan pengiriman, segera setelah pengemudi menerima pesanan. Paradiva juga tetap bisa memantau aplikasi atau layanan pengiriman pilihan kamu.

Segera cuci tangan

Agar tetap aman, cuci tangan kamu setidaknya selama 20 detik dan hindari menyentuh wajah setelah membawa makanan atau pengiriman bahan makanan ke dalam rumah atau ruangan.

Meskipun menurut Leana Wen, seorang emergency physician dan public health professor di George Washington University, yang memaparkan, “Tidak ada bukti untuk COVID-19 ditularkan melalui makanan, namun virus dapat hidup pada instrumen yang disentuh orang, termasuk wadah take-out dan peralatan. Oleh karena itu, orang harus mencuci tangan setelah kita menyentuh barang-barang dan sebelum kita makan atau menyentuh wajah kita.”

Seperti virus lainnya, coronavirus juga dapat bertahan hidup di permukaan atau benda, jadi penting untuk menjaga tubuh tetap bersih. Bersihkan kembali pembungkus makanan dan desinfeksi meja atau counter kamu sebelum dan sesudah makan.

Overtip driver kamu, ya!

Pengemudi pengiriman makanan biasanya dibayar oleh pihak perusahaan jasa antar makanan dan barang. Nah, Dale Smith dari CNET merekomendasikan untuk memberi tip kepada pengemudi pengiriman makanan 20% atau lebih selama keadaan khusus seperti ini.

Cara paling aman untuk memberi tip kepada pengemudi yaitu melalui aplikasi pengiriman makanan. Jika kamu memberi tip dengan uang tunai, pastikan untuk mencuci tangan setelah menyentuh tagihan.

Dan jika paradiva harus menandatangani tanda terima untuk menambahkan tip melalui kartu kredit, gunakan pena kamu sendiri dan sekali lagi, cuci tangan sesudahnya, ya! 

Baca juga, 6 Kandungan Makanan yang bisa bantu meningkatkan imunitas tubuh

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.