Wednesday, 23 September 2020

Festival Soto Nusantara online pertama, buat kamu pecinta kuliner!

Kali ini e-commerce Blibli berkolaborasi dengan Gerakan Bangga Nusantara menggelar Festival Soto Nusantara Online yang pertama kalinya untuk dukung UMKM Industri Kuliner. Festival online ini...
More

    Latest Posts

    Indonesia masuk daftar lima negara teratas 1 dekade #KPopTwitter

    Twitter dan K-Pop telah berkembang dan bersinergi menjadi #KPopTwitter dalam 1 dekade atau 10 tahun terakhir yang menjadikannya salah satu topik yang paling banyak...

    Tutorial menggunakan Background Zoom pada Android

    Zoom akhirnya telah menambahkan fitur background pada aplikasi android. Fitur ini sudah lama dinantikan oleh para pengguna. Hmm, kalau kamu gimana nih paradiva? Excited,...

    Tips berolahraga sambil mendengarkan musik pakai OPPO Enco W51

    OPPO membagikan tips berolahraga yang dapat kamu ikuti di rumah dengan OPPO Enco W51. Mengingat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kembali diberlakukan pada 14...

    Nokia 2.4 dan Nokia 3.4 resmi ramaikan pasar smartphone Indonesia

    HMD Global, the home of Nokia phones, mengumumkan anggota terbaru dari keluarga smartphone entry-level, Nokia 3.4 dan Nokia 2.4 terbarunya yang bakal ramaikan pasar...

    Shahrzad Rafati, imigran asal Iran yang berhasil taklukkan teknologi video online

    Shahrzad Rafati merupakan seorang pendiri dan bos perusahaan teknologi video internet Broadband TV (BBTV). Ia merupakan seorang imigran asal Iran yang berhasil menaklukan teknologi video online.

    Saat ini, wanita berusia 40 tahun tersebut memimpin BBTV. Yaitu, sebuah perusahaan yang membantu mengamankan pendapatan iklan bagi beberapa perusahaan seperti Youtube, Facebook, seta situs web dan aplikasi lainnya.

    Diluncurkan pada tahun 2005, klien terkenalnya mencakup semua oang dari National Basketball Association, hingga Sony, Warner Bros dan Disney. Beberapa surat kabar di Kanada berspekulasi bahwa bisnis tersebut bernilai lebih dari 1 miliar dolar. “Penting bagi pengusaha untuk berpikir sebesar mungkin,” katanya.

    Shahrzad Rafati lahir dalam keluarga pemimpin bisnis di Teheran pada 1979. Bersamaan dengan tahun Revolusi Iran. Ibunya menjalankan perusahaan tekstil, sementara ayahnya memiliki perusahaan properti.

    Kehidupan di ibu kota Iran menjadi semakin sulit bagi keluarganya setelah Revolusi dan Perang Iran-Irak yang berkecamuk dari tahun 1980 hingga 1988. Maka dari itu, untuk menghindari pengeboman oleh Angkatan Udara Irak, Shahrzad dan keluarganya pindah dari kota ke sebuah desa kecil.

    “Iran berperang selama delapan tahun dan banyak kesuksesan keluarga saya diambil dari mereka,” katanya. “Saya tahu bahwa saya membutuhkan masa depan yang berbeda dan kehidupan dimana saya dapat membuat perbedaan dan di mana kesetaraan adalah setara.” Jadi ketika ia merupakan seorang remaja, ia akan bertekad untuk pindah ke luar negeri.

    Di Vancouver dia mendaftar di University of British Columbia untuk mempelajari ilmu komputer. Dia tidak tahu banyak tentang komputer, dia juga tidak memilki komputer, namun dia sangat tertarik dengan matematika dan teknologi.

    Lulus pada tahun 2000, Shahrzad kemudian belajar bahasa Perancis di Universite Paris-Sorbonne dan kepemimpinan di Said Business School di Universitas Oxford.

    Melihat ke belakang, ia mengatakan bahwa ia tertarik bagaimana Apple menganggu industri muski dan cara orang mengosumsi pemutar iPod dan layanan iTunesnya. Ia menyadari bahwa video pasti akan mengikuti dan dialirkan melalui internet.

    “Pergeseran tren konsumsi musik adalah indikasi yang jelas ke mana arah konten video,” katanya. “Audio berada pada awal evolusi dan jelas bagi saya bahwa video akan menjadi yang berikutnya.”

    Jadi, pada tahun 2005, di usia 25 tahun dan di tahun yang sama saat Youtube lahir, ia mendirikan BBTV. Awalnya, itu adalah perusahaan perangkat keras yang membuat set-top box yang memungkinkan pengguna menonton video internet di televisi mereka.

    Akan tetapi, ia tidak populer di kalangan pembeli, orang senang menonton video online di komputer mereka. Hanya dalam tiga bulan Shahrzad memutuskan untuk mengubah fokus perusahaan. “Kamu harus gagal dengan cepat dan belajar dari kesalahan kamu dengan cepat,” katanya.

    Dalam menggerakkan perusahaan, Shahrzad mengatakan ia memperhatikan bahwa pengguna internet akan membajak video dan mengunggahnya ke platform online seperti Youtube. Pemegang hak cipta, perusahaan film atau TV, kemudian akan menghapus videonya.

    Saat itulah, ia mendapatkan ide terbesarnya, yaitu membuat perangkat lunak yang akan memunngkinkan perusahaan-perusahaan ini mendapatkan keuntungan dari iklan yang meletakkan semua konten tersebut daripada berusaha menghapusnya.

    Perangkat lunak BBTV melacak konten video yang diunggah seperti, highlight pertandingan olahraga atau klip dari film. Hal ini dilakukan melalui teknologi pengenalan audio dan video. Lalu, kemudian iklan ditempatkan dalam video. Pendapatan iklan kemudian masuk ke perusahaan atau badan olahraga yang terkena dampak dengan BBTV mengambil persentase.

    Hanya dua tahun setelah pembuatannya, BBTV mendapatkan salah satu klien besar pertamanya – NBA yang terus bekerja dengannya hingga hari ini. “Saya berusia 20-an dan saya sangat gugup, tetapi saya benar-benar percaya pada solusi kami,” kata Shahrzad.

    Untuk membantu mengembangkan bisnis, dia mendapatkan sejumlah investor, termasuk pengusaha teknologi Kanada Hamed Shahbazi. Kemudian pada 2013, grup hiburan Eropa RTL membeli 51 persen saham seharga 36 juta dolar.

    BBTV saat ini juga memproduksi perangkat lunak untuk membantu dalam membuat video online dan layanannya tersedia untuk perorangan maupun perusahaan. Ia mengklaim bahwa video yang terhubung ke berbagai teknologinya telah dilihat 429 miliar kali pada 2019.

    Stephania Varalli, kepala eksekutif Women of Influence, sebuah organisasi Kanada yang mempromosikan wanita bisnis dan pemimpin wanita lainnya, mengatakan bahwa rahasia Shahrzad adalah kemampuannya untuk berkembang bersama industri.

    “Dia terus berputar yang membuatnya unggul dalam permainan,” kata Ms Varalli. Sebagai pengusaha wanita di industri yang didominasi pria, Shahrzad mengatakan dia harus bekerja lebih keras daripada rekan pria. “Saya memiliki lebih sedikit ruang untuk kesalahan,” katanya.

    Di BBTV, dia telah memenuhi ambisinya untuk menciptakan bisnis global, 400 karyawan yang tersebar di empat pusat utama, kantor pusatnya di Vancouver dan kantor di New York, Los Angeles dan Mumbai.

    Shahrzad Rafati mengatakan bahwa tidak ada kesenjangan gaji antara staf laki-laki dan perempuan. Sementara, bahwa perempuan merupakan 43 persen dari total tenaga kerja dan 46 persen manajer, angka tinggi untuk sebuah perusahaan teknologi. “Hal itu membuat saya sangat bangga,” katanya. “Ini adalah faktor kunci mengapa kami begitu sukses di BBTV.”

    Baca juga, 2 Menteri Wanita Bicara Upaya Hadapi Pandemi COVID-19

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    Indonesia masuk daftar lima negara teratas 1 dekade #KPopTwitter

    Twitter dan K-Pop telah berkembang dan bersinergi menjadi #KPopTwitter dalam 1 dekade atau 10 tahun terakhir yang menjadikannya salah satu topik yang paling banyak...

    Tutorial menggunakan Background Zoom pada Android

    Zoom akhirnya telah menambahkan fitur background pada aplikasi android. Fitur ini sudah lama dinantikan oleh para pengguna. Hmm, kalau kamu gimana nih paradiva? Excited,...

    Tips berolahraga sambil mendengarkan musik pakai OPPO Enco W51

    OPPO membagikan tips berolahraga yang dapat kamu ikuti di rumah dengan OPPO Enco W51. Mengingat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kembali diberlakukan pada 14...

    Nokia 2.4 dan Nokia 3.4 resmi ramaikan pasar smartphone Indonesia

    HMD Global, the home of Nokia phones, mengumumkan anggota terbaru dari keluarga smartphone entry-level, Nokia 3.4 dan Nokia 2.4 terbarunya yang bakal ramaikan pasar...

    POPULAR

    Mau ganti background Microsoft Teams saat video conference? Ini caranya!

    Background Microsoft Teams untuk video conference telah tersedia. Fitur tersebut menyediakan berbagai tampilan background yang bisa digunakan oleh para pengguna secara gratis. Namun,  untuk...

    Ikuti cara ini untuk rekam video conference kamu di Zoom

    Di tengah pandemi ini, video conference menjadi satu-satunya cara kita untuk tetap berhubungan bersama keluarga, teman, rekan kerja dan kerabat. Banyak dari kita yang...

    Gunakan Lensa Snap Cam pada video conferencemu di Zoom, begini caranya!

    Snap Cam adalah sebuah aplikasi buatan Snapchat yang didesain untuk dekstop. Aplikasi ini memungkinkan para penggunanya untuk mencoba berbagai lensa (atau filter) pada webcam...

    8 Games yang bisa kamu mainkan bareng temen-temenmu di Zoom

    Coba mainkan 8 games ini bareng teman-teman kamu saat Zoom bareng. Biar kongkow virtual kamu nggak ngebosenin atau ngebahas obrolan yang itu-itu aja. Simak...

    Begini cara aman mengatur video conference pakai Zoom di PC

    Menjalani aktivitas dirumah dengan menerapkan Work from Home (WFH) alias kerja dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19 membuat paradiva sering menggunakan aplikasi video conference. Untuk...