Menghindar dari Taliban, Tim Robotik Wanita Afghanistan Kini Tinggal di Meksiko

0
218

Anggota tim robotik perempuan asal Afghanistan ini tiba di Meksiko bersama puluhan pengungsi lainnya yang melarikan diri dari Taliban. Kedatangan mereka ini disambut oleh Menteri Luar Negeri Meksiko, Macelo Ebrard.

Sumber Foto: New York Post

Dilansir dari New York Post, keenam anggota tim ini harus melakukan perjalanan melalui enam negara untuk sampai di Mexico City dengan menggunakan penerbangan angkatan udara Qatar. Hingga akhirnya tiba di Mexico City pada Rabu (25/8) kemarin.

“Mereka tak hanya menyelamatkan hidup kita, akan tetapi mereka juga menyelamatkan impian kita,” kata salah satu anggota tim tersebut merujuk pada tuan rumah Meksiko, yakni Macelo Ebrard.

“Kisah kami tidak akan berakhir sedih karena Taliban,” tambah gadis lainnya yang mengenakan masker itu melalui seorang penerjemah. “Di bawah rezim ini, kami para wanit akan menghadapi kesulitan… itu sebabnya kami bersyukur berada di sini.”

Sumber Foto: New York Post

Meksiko sendiri telah memberi visa kemanusian kepada keenam anak perempuan itu yang berlaku hingga 180 hari kedepan. Dengan hak untuk kemudian memperbarui atau mengajukan permohonan perubahan status.

“Kami ingin memberi tahu mereka dari lubuk hati kami bahwa mereka ada di rumah,” kata Ebrard.

Tim robotik bernama Afghan Dreamers ini merupakan sekumpulan siswi berprestasi yang masih duduk di bangku SMA. Aslinya, mereka memiliki sekitar 20 anggota yang sebagian besar masih remaja.

Di tahun 2017 lalu, para gadis ini pernah menjadi salah satu headline ketika mereka ditolak visanya untuk ikut serta dalam kompetisi robotika di Washington. Sebelum Donald Trump turun tangan dan akhirnya mereka diizinkan untuk bepergian.

Tahun lalu, mereka bekerja untuk membangun ventilator medis murah dari suku cadang mobil. Dengan harapan dapat meningkatkan peralatan rumah sakit selama pandemi.

Sumber Foto: New York Post

Menurut laporan dari AFP, Michelle Bachelet, selaku kepala hak asasi manusia PBB, memberi pernyataan terkait Taliban. Dirinya menyatakan bahwa telah menerima laporan yang kredibel terkait Taliban. Laporan tersebut berisi bahwa Taliban telah membatasi perempuan dan memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas “red line”.

Saat ini, sekitar 130 pengungsi asal Afghanistan telah tiba di Meksiko pada Rabu kemarin. Rombongan tersebut termasuk juga wartawan.

“Ini tentang mereka yang mempertaruhkan hidup mereka untuk melaporkan, berkomunikasi yang berkomitmen pada kebebasan berekspresi,” kata Ebrard saat menerima para wartawan di bandara pada hari berikutnya.

Baca juga, 3 Founder Wanita Ini Wakilkan Indonesia di Google for Startups Women Founders Academy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here