Sunday, 9 May 2021
More

    Latest Posts


    Twitter bakal blokir link yang menyebarkan hate speech dan konten kekerasan

    Twitter bakal blokir link yang menyebarkan hate speech dan konten kekerasan. Hal ini baru saja diperbarui dalam kebijakan platform.

    Twitter menutup celah dalam aturannya untuk mempersuli pengguna dalam menyebarkan hate speech atau ujaran kebencian dan konten kekerasan. Perusahaan baru saja memperbarui kebijakannya untuk melarang link yang berisi konten tersebut.

    Platform tersebut telah memiliki aturan yang melarang hate speech dan kekerasan dalam tweet, namun kebijakan itu tidak memncakup konten yang menyertakan link. Jadi, pengguna dapat secara efektif mengurai kebijakan Twitter dengan menautkan ke konten yang tidak akan melanggar peraturan platform jika diposkan secara langsung.

    Dengan kebijakan baru yang dimulai berlaku pada 30 Juli ini, Twitter akan blokir link atau URL tertentu agar tidak dibagikan di dalam platformnya dan menangguhkan akun yang sering berbagi jenis link ini.

    “Tujuan kami adalah memblokir link dengan cara yang konsisten dengan cara kami menghapus Tweet yang melanggar aturan kami,” tulis perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Sementara itu, beberapa minggu yang lalu CEO Twitter Jack Dorsey mengonfirmasi bahwa platform media sosial sedang menjajaki model layanan berlangganan dalam panggilan dengan analisi yang dilakukan pada Kamis (23/7) lalu.

    Berdasarkan laporan dari CNN yang dilansir oleh Bussinses Insider, Jack Dorsey menyatakan bahwa bar “sangat tinggi” untuk meminta pengguna Twitter membayar untuk layanan berlangganan. Namun, ia menyatakan Twitter memang masih dalam fase yang sangat awal dalam mengeksplorasi lebih banyak cara untuk mendapatkan keuntungan dari platform tersebut

    Baca juga, Jack Dorsey ingin Twitter berbayar?

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR