Teknologi AI Terlalu Mahal untuk Gantikan Pekerja Manusia

0
AI
Foto: CNBC

Gadgetdiva.id — Riset terbaru dari MIT CSAIL, MIT Sloan, The Productivity Institute dan Institute for Business Value IBM menyatakan bahwa kecerdasan buatan alias AI akan terlalu mahal untuk menggantikan pekerjaan.

Studi ini meneliti persyaratan teknis dan karakteristik yang dibutuhkan model AI untuk menyelesaikan pekerjaan pada tingkat yang dapat dilakukan oleh manusia. Kemudian, para peneliti meneliti apakah masuk akal secara ekonomi bagi perusahaan untuk membayar pengembangan sistem AI tersebut dan menerapkannya sebagai pengganti pekerja manusia.

Para peneliti secara khusus berfokus pada tugas-tugas yang berpotensi untuk diselesaikan dengan visi komputer. Yakni, ketika sistem menggunakan AI untuk mengenali dan menganalisis input visual seperti gambar dan video digital.

Studi ini menemukan bahwa sebagian besar waktu akan lebih murah bagi perusahaan untuk terus menggunakan pekerja manusia dalam tugas-tugas tersebut daripada mengotomatiskannya dengan AI.

“Studi kami tentang otomatisasi dengan sistem visi komputer AI memberikan beberapa berita menggembirakan tentang penggantian pekerjaan, yang menunjukkan bahwa banyak tugas tidak akan menarik secara ekonomi untuk diotomatisasi selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun,” kata Neil Thompson, peneliti utama di MIT CSAIL dan Initiative on the Digital Economy dikutip dari CNBC, Selasa (6/2).

Contohnya ialah secara teoritis, toko roti tersebut dapat menghemat biaya tenaga kerja sekitar USD 14.000 dengan memiliki sistem AI yang memantau bahan baku kue dalam meastikannya supaya tidak rusak. Alih-alih, menggunakan tukang roti manusia.

Namun, lebih masuk akal secara ekonomi saat pembuat roti ini terus menyelesaikan tugas tersebut. Sebab, biaya pengembangan dan pelatihan model AI akan lebih besar daripada potensi penghematannya.

Kemungkinan besar akan ada integrasi AI yang lebih bertahap ke berbagai sektor. Alih-alih, penggantian pekerja manusia dengan bot AI secara cepat.

Kendati demikian, bukan berarti sepenuhnya AI tidak akan menggangu pasar pekerja. Baik saat ini maupun di masa depan.

“Bahkan dalam jangka pendek akan ada pekerja yang kehilangan pekerjaannya atau tanggung jawabnya berubah karena AI,” tutur Thompson.

Ke depannya, biaya untuk pengembangan sistem AI kemungkinan akan lebih murah. Sehingga, berpotensi mempercepat perusahaan dalam memanfaatkannya.

Kendati demikian, mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun untuk menurunkan biaya AI ini supaya dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan secara luas. Teknologi AI juga masih dianggap berada di tahapawal perkembangannya.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Tinggalkan Balasan