TechDiva

Menteri PPPA: Peran Perempuan di Bidang STEM Masih Minim

post-img

Source : gadgetDiva

Gadgetdiva.id – Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) I Gusti Ayu Bintang Darmawati membeberkan bahwa peran perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) masih minim. Hal tersebut disebabkan oleh masih kuatnya sentimen dominasi laki-laki dan adanya stereotipe gender saat mencari kerja. 

Meski partisipasi perempuan Indonesia pada tingkat pendidikan tinggi di bidang STEM tergolong cukup tinggi. Bahkan, pada beberapa bidang, perempuan mendominasi hingga lebih dari 80 persen dalam jurusan Biologi dan Farmasi. Sayangnya, jumlah partisipasi mereka justru menurun drastis saat masuk ke dunia kerja. 

Fenomena ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa hanya ada 2 dari 10 perempuanmemilih bekerja secara profesional di industri STEM. Serta, hanya ada 3 dari 10 perempuan yang ingin mejadi peneliti di bidang STEM. 

Disampaikannya pada acara puncak Kartini Digital 2023 bersama Huawei Indonesia, Selasa (16/5) lalu di Jakarta Pusat, Menteri yang akrab dipanggil Bintang Puspayoga ini menyatakan pentingnya bidang STEM terhadap hidup perempuan. Sebab, STEM adalah kunci dari inovasi dalam berbagai aspek kehidupan. 

Menteri PPPA Beber Faktor Minimnya Peran Perempuan di Bidang STEM

“Bidang STEM adalah bidang pembangunan yang sangat strategis dimana otomatisasi dan digitalisasi yang berpengaruh terhadap hidup perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang digitalisasi,” jelas Bintang. 

Kurangnya minat perempuan dalam berpartisipasi di dunia kerja dalam bidang STEM ini disebabkan oleh beberapa hal. Yakni, kuatnya sentimen dominasi laki-laki serta adanya stereotipe gender saat mencari kerja. 

“Banyak perempuan yang kurang tertatrik bergerak di bidang STEM karena kuatnya sam adengan sentimen dominasi laki-laki serta adanya stereotipe gender saat mencari kerja,” pungkas Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga. 

Sebuah riset dari UNESCO menyatakan bahwa 61 persen perempuan mempertimbangkan stereotipe gender saat mencari kerja. Sedangkan, 50 persen perempuan kurang tertarik bekerja di bidang STEM karena kuatnya dominasi di bidang laki-laki. 

Menteri PPPA Republik Indonesia ini juga turut membeberkan bahwa prempuan juga masih tertinggal dalam berbagai bidang pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi. Menurut data BPS, persentase penggunaan internet perempuan pada tahun 2022 sebesar 54,70 persen. Sedangkan, laki-laki sebesar 60,40 persen. 

Menteri PPPA

Data pengguna dan kepemilikan telepon seluler, penggunaan komputer, penggunaan internet juga menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. 

“Tentunya ini semua harus menjadi perhatian kita serius, sebab perempuan yang mengisi setengah dari populasi indonesia. 49,5 persen populasi di Indonesia dinominasi oleh perempuan,” imbuh Bintang. 

Oleh karena itu, Bintang turut menegaskan bahwa dewasa ini perempuan harus melek digital. Khususnya, dalam menghadapi era globalisasi ini. Perempuan tak hanya harus berdaya, namun juga berjaya di dunia digital.

“Melek digital itu bukan sebuah pilihan tapi suatu keharusan. Ini yang harus kita tanamkan pada diri kita semuanya,” tegas Bintang. 

Apalagi, lanjut dia, sebentar lagi kita sedang menyambut pesta demokrasi tahun depan. Peran perempuan di era digital ini menjadi semakin luas. 

“Rangkaian kegiatan Kartini Digital ini akan menjadi sangat amat penting karena peran perempuan mejadi semakin besar. Dengan literasi digital yang mumpuni, perempuan bisa menjadi agen perubahan yang luar biasa,” tutur dia. 

Bintang percaya bahwa perempuan dapat menjadi pribadi yang cakap dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat. Serta, menggunakan peran digital mereka untuk menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat. 

Di sisi lain, melalui kegiatan Kartini Digital 2023 ini, Bintang berharap para perempuan mampu mandiri secara finansial dan berdaya sehingga dapat mensejahterakan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup bangsa.

“Kita perlu untuk memiliki sistem pendukung, support system yang akan membantu peningkatan partisipasi perempuan di bidang STEM, termasuk komunitas maupun perusahaan yang memiliki kultur dan kepemimpinan yang baik,” ungkap Bintang. 

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News


author-img_1

Nadhira Aliya Nisriyna

Reporter

Bergabung di Gadgetdiva.id sejak Maret 2020. Gemar menonton film, drama dan series. Pernah jadi Editor di deCODE Magazine.

Artikel Terkait

OpenAI Kena Semprot Scarlett Johansson, Padahal Udah Ditolak
TechDiva

OpenAI Kena Semprot Scarlett Johansson, Padahal Udah Ditolak

OpenAI disemprot artis cantik Scarlett Johansson karena telah lancang menggunakan suaranya, setidakn..

Berkat Investasi Kripto, Ibu Rumah Tangga Ini Berhasil Kumpulkan Passive Income
TechDiva

Berkat Investasi Kripto, Ibu Rumah Tangga Ini Berhasil Kumpulkan Passive Income

cerita Dinar membuktikan bahwa ada banyak investor kripto yang berupaya menyusun strategi investasi ..

Ini Alasan Melinda Gates Hengkang dari Bill & Melinda Gates Foundation
TechDiva

Ini Alasan Melinda Gates Hengkang dari Bill & Melinda Gates Foundation

Gadgetdiva.id — Mantan Istri Bill Gates, Melinda French Gates, dikabarkan mengundurkan dari..

Direktur IT Telkomsel Dipimpin Perempuan Singapura Joyce Shia, Efektif 31 Mei 2024
TechDiva

Direktur IT Telkomsel Dipimpin Perempuan Singapura Joyce Shia, Efektif 31 Mei 2024

Gadgetdiva.id — Joyce Shia resmi diumumkan sebagai salah satu direksi baru Telkomsel. Yang ..

Gamers Perempuan di Indonesia Memiliki Pendidikan Lebih Tinggi, Ini Alasannya
TechDiva

Gamers Perempuan di Indonesia Memiliki Pendidikan Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Gadgetdiva.id — Global Senior Vice President UniPin Debora Imanuella mengungkap fakta menar..


;