Metaverse Bikin Kantong Meta Tekor di Q3 2022

0
CEO Mark Zuckerberg
Foto: Gadgetdiva.id

Gadgetdiva.id — Bisnis metaverse besutan Meta justru membuat perusahaan semakin merugi. Reality Labs menyatakan bahwa mereka bahkan telah kehilangan banyak uang.

Reality Labs, unit yang mengawasi proyek virtual dan augmented reality perusahaan melaporkan bahwa mereka telah kehilangan sejumlah USD3,7 miliar pada kuartal ketiga tahun 2022. Angka tersebut kian melinjak dari kerugian USD2,6 miliar tahun lalu dan USD2,8 miliar pada kuartal terakhir.

Kerugian Meta akibat proyek metaverse

Jika ditotalkan, Reality Labs telah kehilangan lebih dari USD 9 miliar sejauh ini selama 2022 akibat metaverse. Sebab itu, kepala keungan perusahaan menyatakan tren tersebut tidak mungkin berbalik dalam waktu dekat.

“Kami mengantisipasi bahwa kerugian operasional Reality Labs pada tahun 2023 akan tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun,” ungkap CFO Dave Wehner dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Engadget, Rabu (26/10).

Metaverse
Foto: Surya Media

Hal ini penting karena investasi besar oleh Meta dalam Reality labs telah terbukti mahal bagi perusahaan. Meta sendiri melaporkan bahkan tahun ini mereka kehilangan sejumlah USD10 miliar di laboratorium tersebut apda tahun 2021.

Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa “generasi berikutnya dari headset Quest konsumen kami” diharapkan akan meluncur pada kahir tahun depan. Referensi tersebut dikeluarkan oleh Meta Quest 3.

Namun, CEO Mark Zuckerberg menyatakan investasi dalam “platform komputasi berikutnya” tetap menjadi prioritas utama. Dia bahkan menyatakan ini adalah usaha besar dan seringkali membutuhkan beberapa versi dari setiap produk sebelum menajdi mainstream.

“Tapi saya pikir pekerjaan kita di sini akan menjadi sejarah penting dan menciptakan fondasi untuk cara yang sama sekali baru di mana kita akan berinteraksi satu sama lain dan memadukan teknologi ke dalam kehidupan kita,” ungkapnya.

Metaverse

Di saat yang sama Mark juga menyatakan bahwa perusahaan dapat menghadapi “tantangan pendapatan jangka pendek”. Meta melaporkan pendapatan USD28 miliar untuk kuartal tersebut yang sejalan dengan ekspektasi analis.

“Proyek metaverse ini adalah serangkaian upaya jangka panjang yang sedang kami kerjakan. Namun, saya tidak tahu, saya pikir proyek itu akan berhasil juga,” tutur Mark.

Dia juga mengonfirmasi bahwa Meta akan terus memangkas perekrutan karena berurusan dengan pertumbuhan pendapatan yang melambat. Meski, di sisi lain keluarga aplikasinya terus berkembang.

Ambi contoh, misalnya pendapatan dari Instagram telah mencapai 2 miliar pengguna aktif bulanan. Sedangkan, WhatsApp memiliki 2 miliar pengguna aktif harian.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini