Google Doodle Mengenang Raja Haji Ahmad, Siapa Beliau?

0
raja haji ahmad
Tampilan Google Doodle Raja Haji Ahmad.

Gadgetdiva.id — Seorang pria berkacamata dan berpeci menghiasi Google Doodle. Dia adalah Raja Haji Ahmad. Dikenal sebagai sastrawan yang juga pencipta Gurindam Dua Belas.

Selain sebagai sastrawan, Raja Haji Ahmad juga dikenal sebagai pujangga keturunan Bugis dan Melayu. Keturunan kedua (cucu) dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan juga merupakan bangsawan Bugis.

raja haji ahmad
Tampilan Google Doodle Raja Haji Ahmad.

Raja Haji Ahmad dilahirkan di Selangor Malaysia pada 1809. Dia adalah putra dari Raja Ahmad, yang bergelar Engku Haji Tua setelah melakukan ziarah ke Mekah.

Kisah Raja Haji Ahmad

Dia juga dikenal dengan nama pena Raji Ali Haji. Dibesarkan dan banyak menjalani masa hidupnya serta menerima pendidikan di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga, yang pada masa kini merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Mahakarya yang paling ternama adalah Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Bukunya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Bahasa Melayu Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Gurindam 12 terdiri dari 12 pasal berisi nasihat atau petunjuk hidup. Nasihat tersebut, antara lain terkait ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orangtua, tugas orangtua kepada anak, budi pekerti, dan hidup bermasyarakat.

Gurindam Dua Belas diciptakan saat dirinya berada di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, pada 1974, saat berusia 38 tahun. Pembuatan karya sastra ini dilatarbelakangi konflik internal kerajaan dan tekanan penjajah pada Kesultanan Riau-Lingga. Tujuannya, agar nilai-nilai keislaman tidak terkikis oleh konflik internal dan eksternal yang terjadi pada masyarakat Melayu saat itu. Gurindam Dua Belas kemudian diterbitkan oleh Belanda pada 1953.

Ia juga menulis Syair Siti Shianah, Syair Suluh Pegawai, Syair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk.

Pada usia yang cukup muda, Raja Haji Ahmad sempat memimpin daerah Lingga. Raja Haji Ahmad menghembuskan nafas terakhirnya di Pulau Penyengat pada tahun 1873.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini