Sunday, 9 May 2021
More

    Latest Posts


    Penelitian: Sepertiga dari orang tua mengawasi anak mereka secara diam-diam saat online

    Salah satu penelitian menemukan bahwa sepertiga dari orang tua mengaku bahwa mereka diam-diam mengawasi ponsel anak-anaknya. Sebagai bentuk dari melindungi mereka selama lockdown.

    Dikutip dari salah satu arikel di inews.co.uk, alasan utamanya karena anak-anak dan orang tua saat ini terpaksa harus beradaptasi dengan keadaan yang baru, yaitu menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sebagai bagian dari social distancing yang dianjurkan oleh pemerintah.

    Menurut Wing, salah satu aplikasi keamanan anak, setengah dari orang tua menyatakan bahwa banyaknya waktu yang mereka habiskan secara online merupakan penyebab utama dari pertengkaran yang terjadi dalam keluarga mereka.

    Sepertiga dari anak-anak (sekitar 33 persen) yang berusia antara 11 dan 17 tahun mengakui bahwa mereka telah memilih untuk membuat akun media sosial rahasia untuk menggagalkan “mata-mata” orang tua mereka. Satu dari lima berkomunikasi secara diam-diam dengan teman-teman online yang tidak diketahui oleh orang tua mereka.

    Penelitian yang dilakukan terhadap orang tua ini menyaring pendapat dari 1.0007 orang tua dan 1.000 anak. Penelitian ini menemukan bahwa setengah dari anak-anak mengatakan mereka merasa dimata-matai oleh orang tua mereka secara online membuat mereka merasa terluka dan tidak dapat membuka tentang tantangan yang mereka hadapi di internet.

    Akibatnya, 20 persen yang telah berbicara dengan orang tua mereka tentang cyberbullying yang mereka alami mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukannya lagi. Menyoroti dari permasalah yang dihadapi orang tua dalam mendukung anak mereka menggunakan internet.

    Sebuah laporan terbaru dari Ofcom menemukan penggunaan internet di Inggris saat ini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa selama lockdown. Membuat videocall, live straming dan menonton video kip di media sosial semuanya meningkat di antara kalangna orang dewasa Inggris beberapa bulan terakhir.

    Saat ini, orang dewasa menghabiskan rata-rata empat jam dan dua menit di internet setiap hari – lebih dari seperempat waktu mereka saat terjaga- hanya di bawah tiga setengah jam setiap hari pada bulan September tahun lalu.

    Berdasarkan laporan tersebut, sepertiga dari mereka sekarang menghabiskan lebih banyak waktu menonton video di aplikasi dan berbagi layanan daripada yang mereka lakukan dengan menonton siaran televisi.

    NSPCC menyatakan keperhatinan mereka atas meningkatnya penggunaan layanan live streaming dan popularitas konten video yang membawa risiko tambahan yang perlu ditanggulangi oleh platform untuk mencegah situs mereka dieksploitasi oleh para pelaku kekerasan.

    Andy Burrows, Kepala NSPCCC Kebijakan Anak Online Safety, menyatakan, “Perdana Menteri harus memperkenalkan RUU Kerugian Online yang akan menempaktkan Tugas Perawatan pada platform dan memberi regulator yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban dari perusahaan teknologi.”

    Kesulitan dalam menyelesaikan tugas

    Selama pandemi COVID-19, anak-anak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas sekolah. Hal tersebut menjadi salah satu kekhawatiran yang ditemukan. Anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu online adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan sekolah secara efisien.

    Menurut studi lain dari UCL Institute of Education di bulan lalu, mengungkapkan, anak-anak yang terpaksa “dikurung” dalam rumah menghabiskan waktu rata-rata hanya 2,5 jam setiap hari untuk mengerjakan tugas mereka.

    Dalam survei sebelumnya, anak-anak menyelesaikan setengah dari tugas yang mereka dapatkan dari sekolah. Hal ini menyiratkan bahwa mereka kehilangan waktu untuk belajar jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    Baca juga, Kaspersky: bermedia sosial menarik minat anak saat pandemi

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR