Data Pribadi Bocor Lagi, Diduga Milik Pengguna Akulaku

0
Data Pribadi

Sebuah akun Facebook mengungkap kebocoran data dari salah satu perusahaan finance di Indonesia. Data tersebut diduga milik pengguna Akulaku.

Menurut informasi yang dihimpun oleh akun Facebook dengan nama E-commerce Shitposting V 2.0, kebocoran data tersebut diklaim tanggal 7 Januari 2022 lalu dengan sekitar 12 juta jumlah data penggunanya. Data tersebut lalu diperjual belikan dalam sebuah situs.

Kebocoran data ini diduga milik pengguna Akulaku. Sementara, hasil pengecekan sample data menemukan beberapa data pribadi yang bocor terdiri dari nama, nomor handphone dan alamat.

Postingan akun juga turut menyematkan hasil screenshot keterangan penjualan data dan sebuah obrolan dengan sang penjual melalui Telegram. Penjual tersebut menyebut data yang ia perjual-belikan berasal dari Akulaku. Namun, pemilik akun mengklaim bahwa informasi yang mereka sebarkan tersebut merupakan klaim sepihak dari penjual. Pun, juga belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Kasus Kebocoran Data di Indonesia

Belakangan ini, banyak sekali kebocoran data yang terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah dugaan kebocoran data pelamar kerja Pertamina dalam RaidForums.

Ada sekitar ratusan ribu data pelamar kerja Pertamina Training & Consluting (PTC) diduga bocor pada forum hacker. Menurut pakar Keamanan Siber Pratama Persadha data-data tersebut terdiri atas KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS, akta kelahiran, ijazah, transkrip nilai dan data lainnya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa mereka akan menindak lanjuti kasus dugaan kebocoran data ini. Mereka akan meminta informasi secara formal dari jajaran Direksi PTC guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, menurut keterangan dari Dedy Permadi selaku Juru Bicara Kominfo melalui pernyataan resminya Kamis (13/1) kemarin.

Sebelumnya, jutaan data pasien dari berbagai rumah sakit di Indonesia jug adikabarkan bocor dan disebarluaskan pada forum online. Ada sebesaar 720GB data yang bocor, termasuk juga 6 juta informasi pasien di dalamnya.

Menurut informasi, database yang bocor tersebut berisikan laporan rekam medis di sejumlah rumah sakit besar di Indonesia. Mencakup catatan medis seperti hasil pemeriksaan radiologi, elektrokardiogram (EKG) dan laboratorium.

Adapun data pribadi pasien yang juga ikut bocor. Data tersebut terdiri dari nama, nomor kontak, alamat, tempat dan tanggal lahir, nomor kartu JKN dan NIK. Data tersebut diklaim bukan hanya berasal dari BPJS Kesehatan, namun juga server Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Riset GGWP, Generasi Tua Bakal Mulai Ikut eSports

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini