Sisternet XL Axiata Klaim Sudah Bantu 200 Ribu UMKM Perempuan

0
sisternet
Aplikasi Sisternet

Gadgetdiva.id — Sisternet XL Axiata mengklaim sudah membantu lebih dari 200 ribu UMKM perempuan untuk mandiri mengembangkan bisnis. Ini merupakan langkah yang telah lama menjadi fokus XL. Kini, UMKM perempuan telah menjadi fokus dalam Plenary Meeting G20 Empower yang berlangsung di Yogyakarta, pekan kemarin.

Menurut CEO XL Axiata, Dian Siswarini, sebagai salah satu pendukung G20 Empower, perusahaannya berkomitmen untuk mempromosikan pentingnya peran dan kepemimpinan UMKM milik perempuan di dunia kerja dan bisnis. Pada pertemuan hari kedua di forum yang sama, Dian yang juga merupakan Co-Chair W20, membagikan pengalaman mendukung penguatan UMKM Perempuan melalui program Sisternet guna membuka akses perempuan ke sektor ekonomi digital.

sisternet

“Kami memahami bahwa banyak UMKM telah menutup usahanya karena keterbatasan akses permodalan. Oleh karena itu, kami memberikan modal usaha bagi mereka yang telah menyelesaikan kelas inkubasi sisternet untuk mendukung mereka dalam skala bisnis. Ini sangat penting untuk mendukung UKM milik perempuan untuk memajukan bisnis mereka, meningkatkan ekonomi keluarga mereka, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan praktik terbaik kami di atas, melalui pendidikan, digital, teknologi dan akses keuangan, saya percaya bahwa kami dapat mendukung kesejahteraan sosial-ekonomi perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Dian.

Melalui aplikasi Sisternet, Perempuan UMKM dapat belajar dari artikel inspiratif di platform, bergabung dengan kelas online, dan mengakses berbagai modul dari para ahli di seluruh negeri. Hingga saat ini, ada lebih dari 200.000 UMKM perempuan yang aktif berpartisipasi dalam Sisternet.

Sisternet dan KemenPPA

Pada tahun 2020, Sisternet bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan program inkubasi bisnis scale up bernama Sispreneur. Program ini bertujuan untuk mendorong ide dan inovasi untuk mendorong UMKM yang dimiliki perempuan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi digital. Lebih dari 1.000 UMKM mengakses bantuan intensif dalam program pendidikan ini.

Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa UMKM mewakili sekitar 90% bisnis dan lebih dari 50% lapangan kerja di seluruh dunia. Pengembangan UMKM merupakan prioritas tinggi bagi banyak negara di seluruh dunia karena mereka dapat berkontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang. Perempuan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah juga memiliki porsi usaha kecil yang relatif lebih besar dibandingkan dengan perusahaan besar. Banyak dari mereka menjalankan bisnis sehari-hari dan bekerja sendiri.

Di Indonesia, kaum perempuan memiliki dan menjalankan sekitar 50% dari sekitar 65,4 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh negeri. Berdasarkan riset, pandemi paling mempengaruhi pengusaha perempuan, dengan mencapai angka 76%, karena perempuan harus bekerja dari rumah. Di Indonesia, UMKM berkontribusi terhadap 60% pendapatan nasional, dan 64% dari 64 juta UMKM dimiliki oleh perempuan. Karena itu, saat dunia berupaya melakukan pemulihan pascapandemi dan mengurangi dampak pandemi terhadap bisnis, termasuk pemulihan terhadap bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan.

Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat memberikan perhatian besar untuk UMKM yang dikelola perempuan, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat. Pelatihan kewirausahaan berperspektif gender adalah salah satu program yang paling sukses untuk pemberdayaan perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bermitra dengan sektor swasta untuk memberikan pelatihan digital bagi pengusaha perempuan. Selain itu juga diselenggarakan pelatihan literasi digital dan bisnis untuk perempuan di industri rumah tangga, seperti literasi digital dan keuangan, keterampilan operasional, dan akses pasar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini