Hadapi COVID-19, Blibli cegah panic buying dengan #belanjaseperlunya

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadapi COVID-19, Blibli cegah panic buying dengan #belanjaseperlunya untuk membatasi pelanggan dalam melakukan belanja online. Terutama dalam membeli bahan pokok dan barang sanitasi. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan produk terutama bahan-bahan pangan.

Dengan #belanjaseperlunya, Blibli mengajak para pelanggan untuk melakukan belanja online sesuai kebutuhan mereka. Sekaligus, mencegah panic buying dengan membatasi pembelian terhadap bahan pokok. Seperti, beras, minyak goreng dan mie instan.

Sementara, untuk barang sanitasi yang dibatasi adalah pembelian pada cairan antiseptik, hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Selain itu, suplemen dan multivitamin juga banyak pembelinya. Pembatasan belanja online ini telah dilakukan sejak hari Rabu (18/03/2020).

Untuk membatasi pembelian, Blibli telah mengatur secara otomatis agar kuantitas produk yang dipesan tidak melebihi batas. Jika barang yang dimasukan ke dalam keranjang melebihi batas, maka pelanggan tidak bisa melakukan checkout. Pembatasan ini berlaku pada produk dari Blibli maupun yang dijual oleh mitra merchant. Pembatasan ini sesuai dengan ajakan Blibli kepada pelanggan mereka untuk #beliseperlunya.

#belanjaseperlunya

“Dengan membatasi pembelanjaan, kami ingin memastikan bahwa semua pelanggan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan produk yang mereka butuhkan. Pembatasan ini juga sesuai dengan ajakan kami ke pelanggan untuk #beliseperlunya,” Kata Fransisca Krisantia Nugraha, Senior Vice President of Trade Partnership Blibli.

Pasalnya, semenjak diumumkannya kenaikan kasus COVID-19 oleh pemerintah. Para pelanggan beralih ke e-commerce untuk memenuhi kebutuhan mereka. Khususnya, dalam melakukan belanja online untuk barang-barang pokok dan produk sanitasi. Selain itu, Blibli juga melakukan pengawasan yang ketat agar tidak ada merchant yang menjual produk dengan harga yang melampaui batas normal.

“Apabila ditemukan harga yang tidak normal dari para merchant, maka kami akan menindak tegas melalui peringatan keras, diikuti dengan penangguhan produk yang dijual agar tidak dapat diakses oleh publik,” tambah  Fransisca.

Dalam upaya mencegah COVID-19, Blibli memastikan kebersihan produk dan paket saat pengantaran dengan menaikan standar operasional prosedur (SOP) sanitasi di gudag, hub dan layanan logistik Blibli Express Service (BES).

Selanjutnya, Blibi juga menerapkan contacless shipping atau pengiriman tanpa kontak, agar menghindari kontak antara kurir dan pelanggannya. Tanda tangan elektronik yang seharusnya dilakukan saat pelanggan menerima barang, diganti dengan pengambilan foto oleh kurir. Blibli juga mewajibkan kurirnya untuk menggunakan masker dan sarung tangan saat bertugas.

Baca juga, publik terapkan social, cara ini bisa kamu manfaatkan!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.