XL Axiata Dorong Produktivitas Nelayan Belitung Melalui Pemanfaatan Aplikasi Laut Nusantara

0
107

Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan perairan. Tentunya Indonesia harus memaksimalkan laut yang luas tersebut untuk memperbaiki ekonomi para nelayan dan ekonomi Indonesia. Hal tersebut membuat XL Axiata turun tangan dengan terus memperluas pengenalan aplikasi laut nusantara miliknya kepada masyarakat nelayan di pelosok Indonesia.

Berbarengan dengan pelaksanaan event Kampung Nelayan Maju 2021 yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Belitung, 26 Maret 2021, XL Axiata juga turut mengenalkan aplikasi digital Laut Nusantara versi terbaru yang bisa menunjukkan titik letak keberadaan ikan di laut tersebut.

Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, “Teknologi digital menawarkan kesempatan kepada kita untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk para nelayan. Sangat ironis jika melihat kehidupan masyarakat nelayan rata-rata masih belum sejahtera padahal kekayaan laut kita berlimpah.”

Aplikasi Laut Nusantara telah diperkenalkan sejak 2018 lalu, dan sampai saat ini telah dimanfaatkan oleh 52 ribu nelayan di 28 wilayah di Indonesia.

Dengan data informasi yang akurat dan real time yang bersumber dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian KKP, aplikasi tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas para nelayan penggunanya.

Pengenalan aplikasi Laut Nusantara versi terbaru di Belitung dinilai sangat diperlukan karena telah dilengkapi dengan fitur pengenalan jenis ikan, memudahkan nelayan untuk merencanakan pekerjaan dan penjualan ikan tangkapan dengan lebih baik lagi.

Aplikasi ini juga bisa mendeteksi ikan berdasarkan jenisnya, terutama ikan dengan nilai ekonomi tinggi seperti Cakalang, Tuna Mata Lebar, Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru dan Albacore.

Produksi ikan tangkapan di Belitung sebesar 2 ton di sepanjang tahun 2019. Ikan hasil tangkapan nelayan setempat cukup beragam antara lain ikan Kerapu, Tengiri, Hiu, Kakap Merah, Ekor Kuning, Cumi, Pisang-Pisang dan Udang.

Selama ini, nelayan tradisional daerah ini masih menggunakan cara-cara tradisional dalam memperkirakan di mana letak keberadaan ikan. Demikian juga dalam memperhitungkan cuaca di laut.

Sementara itu, di dalam aplikasi Laut Nusantara terdapat fitur yang memberikan data riil mengenai cuaca, seperti kecepatan angin dan tinggi gelombang. Bahkan, nelayan juga bisa memperhitungkan ketersediaan bahan bakar, serta fitur percakapan dengan sesama nelayan yang menggunakan aplikasi.

Desa Suak Gual yang menjadi salah satu desa dalam program Kampung Nelayan Maju 2021, persisnya terletak di Pulau Mendanau. Dari Ibukota Kabupaten Belitung, Tanjung Pandan. Sebagai desa dengan mayoritas penduduk sebagai nelayan, desa tersebut cukup bersih, rapi, dan asri. Bahkan, sudah ada upaya untuk menarik orang luar agar berkunjung ke sana dengan mengecat warna-warni rumah-rumah di sepanjang pantai.

Guna memberikan kemudahan akses internet, XL Axiata memberikan lima unit router yang bisa dimanfaatkan secara bersama-sama. Kualitas jaringan 4G XL Axiata di Desa Suak Gual sangat bagus, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga desa untuk berbagai keperluan produktif.

Baca juga : XL Axiata perluas layanan XL Home di kota besar Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here