Social Bella Ajak Perempuan Terjun di Industri Teknologi

0
36
Social Bella

Gadgetdiva.id — Social Bella ajak perempuan untuk lebih percaya diri terjun di industri teknologi. Tentunya lewat kehadirannya sebagai beauty tech company terdepan di Indonesia.

Kini, Social Bella mencatat bahwa sejumlah 55 persen jabatan manajemen di kelima pilar bisnis dipimpin oleh perempuan. Ini artinya, perempuan telah bisa mendobrak bias dan stereotip mengenai rendhanya porsi perempuan dalam industri teknologi.

Menurut data Badan Pusat Statistik per Juli 2021, tercatat sebanyak 33,08% dari 2,82 juta pekerja dalam jabatan manajerial merupakan perempuan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 2,91% dibanding tahun sebelumnya, yakni 30,37%.

Social Bella

Untuk proporsinya sendiri, pada posisi manajerial perempuan masih tertinggal dari laki-laki. Yakni, sebesar 66,2%.

Di Social Bella sendiri, berbagai inovasi strategis dilatar belakangi oleh perempuan sejak pertama kali berdiri. Mereka menjadi bukti bahwa perempuan punya kesempatan besar untuk berkarya di kancah industri teknologi. Social Bella sendiri mencatat bahwa mereka memiliki total 70% karyawan dengan gender perempuan per Maret 2022.

“Selama 7 tahun membesarkan sebuah perusahaan teknologi, saya beruntung bisa bekerja sama dan terinspirasi oleh banyak sekali perempuan-perempuan yang memiliki kemampuan dan passion besar di berbagai industri. Sebagai beauty tech company yang punya komitmen besar untuk menjadi equal employer bagi perempuan, kami senang sekali ekosistem Social Bella jadi tempat bagi perempuan Indonesia untuk membuktikan diri lewat karya-karyanya. Kami pun berharap bisa semakin mendorong ketertarikan serta keberanian perempuan Indonesia untuk masuk dan mengembangkan karirnya dengan sukses di dunia teknologi,” ujar Christianti Indiana, Co-Founder dan CMO Social Bella yang juga jadi salah satu Advocate dalam G20 Empower.

Social Bella

Dukungan dan peran dari semua perempuan di balik Social Bella, lanjut Christianti, menjadi slaah satu kunci penting yang membawa kesuskesan perusahaan hingga hari ini. Melalui perempuan, pihaknya mampu memahami kebutuhan dan keingin terbesar dari peremouan dengan lebih baik.

“Datang dari berbagai latar belakang, usia, hingga keahlian yang berbeda satu sama lain, bersama-sama menjadikan SHEcosystem Social Bella semakin kuat dan relevan bagi perempuan Indonesia. Hal ini pula yang memberikan kesempatan bagi kami untuk menggarap potensi besar dari pasar SHEconomy di Indonesia dan Asia Tenggara,” jelas Chrisanti dikutip dari rilis yang diterima Gadgetdiva pada Rabu (20/4) kemarin.

Support system jadi salah satu penguat pempimpin perempuan

Meski sudah banyak jumlah pemimpin perempuan di sektor industri, terutama teknologi, masih banyak pula stereotip kuno. Dimana memandang sebelah mata para pemimpin perempuan.

Nurul Suslisto, ibu dua anak yang menjabat sebagai General Manager Lila merasa bahwa stereotip tersebut sedikit demi sedikit pudar. Salah satu kunci dalam mematahkan stereotip tersebut dimulai dari lingkungan positif dan orang terdekat. Terutama keluarga dan pasangan yang dapat menerima kesuksesan perempuan.

Social Bella

“Perempuan memiliki kemampuan adaptasi dan multitasking yang luar biasa yang mana ini berangkat dari banyaknya peran yang ia jalankan setiap harinya, namun bukan berarti kita harus memaksa diri kita menjadi superwoman yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Ada peran besar support system dalam keberhasilan perempuan. Dengan kepercayaan, dukungan dan kehadiran pasangan dan keluarga, saya pribadi sebagai seorang ibu pekerja dengan dua anak tidak pernah merasa terbatasi oleh stereotip tersebut. Alih-alih dihalangi, saya justru didorong untuk merealisasikan aspirasi saya di dunia karir,” jelas Nurul.

Hal senada juga dirasakan oleh Amanda Melissa, VP Data Management & Business Intelligence Sociolla yang juga merupakan ibu baru dengan seorang balita.

“Support system sangat krusial. Faktor lain yang tak kalah penting adalah kehadiran role model. Saya melihat sektor teknologi membutuhkan banyak role model perempuan untuk dapat mendorong dan menginspirasi perempuan lainnya untuk terjun dan mendalami teknologi. Dengan semakin banyak pemimpin perempuan yang mampu menunjukkan kompetensi dan kapabilitasnya, maka dengan sendirinya bidang ini akan menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung dan menyalurkan passion mereka dengan percaya diri. Di Sociolla sendiri, bahkan team saya di divisi data dan insight diisi oleh mayoritas perempuan,” jelas Amanda.

Budaya perusahaan di Social Bella tidak mengkotak-kotakan individu ke dalam bias gender tetapi kepada kemampuan dan passion yang dimiliki untuk menciptakan dampak yang lebih besar.

“Kami meyakini bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berkarir dan menjalankan passion mereka di bidang teknologi. Gender bukan lagi penghalang bagi perempuan untuk dapat berkarya dan unggul di bidang ini. Karena bagi kami, setiap karyawan adalah aset penting yang akan membantu perusahaan tumbuh dan semakin berkembang untuk mencapai tujuan yang lebih besar yang secara langsung turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” tutup Chrisanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini