Curhat di Medsos: Perempuan Ditalak Gara-gara Nasi dan Beras

0
Eka Rufaedah

Gadgetdiva.id — Kisah curhatan Eka Rufaedah ditalak oleh suaminya karena nasi dan beras sempat ramai di medsos. Keduanya baru saja menikah selama delapan hari.

Perempuan bernama Eka S Rufaedah ini bercerita melalui akun Twitternya dengan nama pengguna @EkaRufaedah. Dalam akunnya tersebut, dirinya menceritakan kronologis terkait kisah pernikahannya dari awal bertemu dengan sang suami sampai akhirnya ditalak.

Tweet curhatan Eka Rufaedah tersebut sudah diunggahnya sejak April lalu. Namun, baru-baru ini ramai dibicarakan oleh para netizen yang nampaknya baru menemukan tweet Eka.

“Ini tentang perjalananku, qadrullah aku menikah pada tanggal 6 Maret 2022. Namun pada tanggal 14 Maret 2022 dia menceraikan aku. Ya, aku hanya dinikahi 8 hari,” ujar Eka pada tweetnya.

Eka Rufaedah
Foto: Unsplash/Engin Akyurt

Eka Rufaedah bertemu sang suami dari CV pada emailnya

Berdasarkan kisahnya, Eka Rufaedah melangsungkan pernikahan secara taaruf. Awalnya, ia bertemu sang suami lewat CV yang dikirimkan ke emailnya pada Februari 2022 lalu. Dari CV tersebut, diketahui bahwa sang suami adalah seorang dosen pada sebuah kampus swasta di Jakarta.

Setelah menerima CV tersebut, keesokan harinya ia bertemu dengan sang suami. Pada pertemuan tersebut, sang suami membawa seorang teman, orang tuanya dan adiknya. Eka lantas mengajak untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang berada di Bandung.

Eka Rufaedah
Foto: Unsplash?Glenn Carstens Peters

Melalui pertemuan tersebut, akhirnya diputuskan agar Eka Rufaedah dan sang suami melangsungkan lamaran pada 6 Maret 2022. Lalu, akad nikah pada 13 Maret dan resepsi pada 20 Maret di tempat tinggal sang suami, tepatnya di Karawang.

Namun, dari pihak pria memintanya untuk tetap tinggal di Karawang. Akhirnya, diputuskan jika mereka langsung akad nikah setelah lamaran. Hal ini dilakukan karena Eka khawatir untuk tinggal bersama sang suami sebelum terikat pernikahan.

Sang Suami diduga mengidap OCD

Setelah tinggal bersama sang suami, Eka sempat merasa senang karena akhirnya bisa tinggal bersama satu rumah. Sehingga, keduanya bisa saling mengenal.

Keesokan harinya, ia menduga bahwa sang suami mengidap OCD. Awalnya, Eka merasa biasa saja karena memang pola hidup sang suami yang mengutamakan kebersihan dan serba steril.

Alih-alih, terungkap pula bahwa ternyata sang suami merupakan seorang yang temperamental dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Mengetahui latar belakang suaminya tersebut, Eka berniat untuk mengajaknya berkonsultasi ke psikolog. Namun, ajakan Eka tersebut langsung ditolak oleh suaminya.

Konflik antara Eka dan Suaminya

Beberapa hari setelahnya pada 10 Maret, Eka dan sang suami dinyatakan positfi COVID-19. Sang suaminya meminta untuk dirawat di klinik, bukan di rumah sakit.

Selama berada di klinik, Eka Rufaedah selalu menyiapkan kebutuhan sang suami. Hingga, mensterilkan semua peralatan makannya yang sebelum digunakan.

Dua hari setelahnya, sang suami meminta Eka Rufaedah untuk menyiapkan makanan. Namun, tak sengaja dirinya menumpahkan nasi pada pakaiannya. Sang suami marah lalu menyebut bahwa nasinya tersebut sudah tidak dapat dimakan lagi.

Eka Rufaedah
Foto: Unsplash/Pille R Priske

Tak bisa bergeming, Eka memutuskan untuk mendiamkannya karena merasa lelah dan kurang tidur. Namun, sang suami tak terima dengan perlakuan Eka yang mendiamkannya tersebut. Ia membentak, lalu lantas menyuruh Eka untuk meminta maaf.

Tak sampai di situ, mereka kembali bertengkar perihal air minum. Hal tersebut bermula saat Eka yang hendak membelikan minum sang suami, namun tak diperbolehkannya.

Pertengkaran ini membuat Eka menangis. Sampai orang tua sang suami menjemput mereka karena suaminya telah diperbolehkan pulang.

Keesokan harinya, pertengkaran kembali terjadi. Pertengkaran ini terjadi saat eka ingin memasak nasi untuk suaminya.

Saat proses mencuci beras, sang suami tiba-tiba menghampiri Eka. Ia bertanya, “kamu udah cuci dulu pancinya?”

Eka Rufaeadah menjawab sudah. namun, dirinya memasukkan beras ke panci dalam keadaan masih basah setelah dicuci. Hal tersebut pun diketahui suaminya yang akhirnya malah memicu amarah lelaki tersebut.

Ia meminta Eka untuk membuat beras yang sudah dituangnya tersebut. “Buang berasnya, kalau masak nasi tunggu pancinya kering, jangan kering dilap pakai tisu. Harus kering sendiri.”

Kronologis Eka ditalak suami

Sejak kejadian beras, keduanya kembali terlibat dalam pertengkaran. Salah satunya karena Eka meletakkan bantal pada pahanya. Kala itu, dirinya sedang mengalami keram perut akibat datang bulan.

Keesokan harinya, ia menayatakan pada sang suami bahwa ingin berpisah. Akhirnya, ia pun mengemas barang setelah disuruh pulang oleh suaminya naik bis tanpa diantar.

Eka Rufaedah
Foto: Unsplash/Fuasto Sandoval

Tak sampai di situ, keesokan harinya Eka Rufaedah sudah menerima pesan talak 1 dari suaminya. Akhirnya, dirinya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya setelah sebelumnya menginap di rumah salah satu teman.

Keinginan keduanya untuk berpisah tersebut akhirnya diketahui oleh keluarga Eka. Kedua orang tua dari perempuan tersebut meminta untuk bertemu dengan sang suami. Namun, dirinya keberatan untuk bertemu karena takut orang tua Eka membawanya ke jalur hukum.

Sempat diajak rujuk sebelum bercerai

Sebelum resmi bercerai, Eka diajak rujuk oleh sang suami. Perempuan tersebut pun menyetujinya. Hal tersebut dilakukannya juga karena sang ayah tak ingin anaknya becerai dalam pernikahan yang singkat.

Ia akhirnya kembali ke rumah sang suami sendirian tanpa dijemput oleh sang suami. Sesampainya di rumah, dirinya sempat membuka ponsel sang suami. Dirinya pun terkejut setelah menemukan foto yang terdapat dalam Gallery ponsel tersebut.

Sang suami kedapatan menyimpan beberapa foto dengan seorang perempuan. Foto-foto tersebut diketahui sebagai perempuan lain yang ternyata adalah mahasiswa dari suaminya.

“foto berpelukan, foto cium pipi dan lainnya,” jelas Eka Rufaedah.

Eka Rufaedah

Esok harinya, ia diajak oleh suaminya untuk bertemu dengan notaris. Di sana mereka akan menandatangani surat untuk berpisah.

Setelahnya, ia diminta untuk menggungat sang suami setelah meresmikan pernikahan secara KUA. Namun, Eka menolaknya, ia bersikukuh untuk mempertahankan pernikahannya lantaran pernikahan bukan hal yang dapat dibercandakan.

“Justru karean ini bukan permainan, saya mau cerai dari kamu. Saya tuh gak cinta sama kamu dan ingat ya meski saya rujuk kembali sama kamu, saya tidak akan memberimu nafkah batin,” ujar sang suami.

Akhirnya, Eka meminta untuk pulang ke rumah orang tuanya oleh sang suami. Awalnya, ia tak ingin, namun dirinya langsung ditalak kembali oleh sang suami.

Eka pun meminta untuk diantarkan ke orang tuanya. Namun, kembali ditolak oleh sang suami. Ia pun membawa kembali barang-barangnya ke rumah sendirian tanpa pertolongan.

Ia mendapatkan pesan untuk dari sang suami untuk tidak menceritakan kisah mereka ini ke orang lain. Jika tidak, sang suami akan membawah masalah ini ke ranah hukum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini