Friday, 22 January 2021

Studi menemukan Smartwatch dapat Mendeteksi COVID-19

Sebuah studi terbaru dari Warrior Watch yang telah disarankan menyatakan bahwa smartwatch sebenarnya memiliki kemampuan untuk mendeteksi apakah kita mungkin terinfeksi COVID-19 atau tidak,...
More

    Latest Posts


    Yuk, Kenalan Sama Moorissa Tjokro, Insinyur Autopilot Tesla asal Indonesia

    Moorissa Tjokro menjadi salah satu dari 6 insinyur perempuan dalam bidang software autopilot di Tesla Incorporation. Ia juga menjadi satu-satunya WNI yang berada di tim software Autopilot di sana.

    Gadis asal Indonesia yang berusia 26 tahun ini memulai kariernya di Tesla sejak tahun 2018. Ia mengaku bahwa profesi yang digelutinya ini jarang diminati oleh perempuan.

    Moorissa Tjokro Tesla
    Dok. Voice of America

    Awal mula kariernya di Tesla berangkat dari temannya. Ia ditawari oleh temannya untuk mengajukan magang di sana dengan cara mengirim CV.

    Dari sana, dirinya dikontak langsung oleh Tesla dan diminta untuk melakukan proses wawancara. Sampai akhirnya, saat ini dirinya bisa menjadi bagian dari tim software Autopilot di Tesla Inc.

    Dilansir dari Voice of America, Moorisa menjelaskan pekerjaannya di Tesla. Perkerjaannya tersebut mencakup computer vision, yakni memahami bagaimana cara mobil “melihat” dan mendeteksi lingkungan sekitar, tempat sampah di kanan, cara gerak atau yang disebut dengan control and behavior planning untuk ke kanan dan kiri. Serta, manuevre in certain way, melakukan evaluasi dan simulasi.

    Tak hanya itu, tugas sehari-hari Moorisa juga cukup sulit untuk dilakukan bagi kita orang awam. Yakni, membuat tooling, modeling, penerapan, testing dan meningkatkan performa.

    Dok. Voice of America

    Dirinya juga mengungkap tujuan dari pekerjaannya ini. “Kami ingin mobil bisa bekerja sendiri, terutama di tikungan, tidak hanya di jalan tol. Juga di jalan-jalan biasa. Sektor inilah yang tersulit. Karena itu saya sngat bangga, baik Amerika Serikat dan Eropa memberi rating Tesla sebagai mobil teraman di dunia,” tukas Moorissa Tjokro.

    Untuk mewujudkan sistem autopilot Tesla tersebut, Moorisa mengaku bahwa dirinya dan segenap tim harus bekerja keras dengan total durasi bekerja sekitar 60-70 jam seminggu. Jam kerjanya dimulai dari pukul 10.00 pagi hingga tengah malam.

    Lebih lanjut, Moorisa Tjokro juga bercerita pada Voice of America seputar seseorang yang berpengaruh dalam kariernya di bidang software autopilot. Seseorang itu adalah ayahnya.

    “Sebenarnya yang membuat benar-benar tertarik untuk ke dunia ini adalah ayah. Dia seorang insinyur elektrik dan entrepreneur dan saya bisa melihat teknik-teknik dalam dunia engineering sangat fun, penuh tantangan dan saya suka,” pungkasnya.

    Meskipun dirinya sudah cukup lama bekerja di Tesla Incorporation, namun Moorissa mengaku kalau dirinya belum pernah berinteraksi langsung dengan Elon Musk. ” Saya belum pernah berinteraksi langsung dengan Elon Musk, tetapi banyak pekerjaan kami dipresentasikan ke beliau,” ungkap Moorissa tentang interaksi antara dirinya Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation.

    Salah satu hal yang bisa bikin kita semua iri, khususnya kamu peminat produk mobil listrik dari pekerjaan Moorissa adalah sebagai pegawai Tesla, ia memiliki kesempatan untuk menggunakan kendaraan produksi terbaru. Selain digunakan dalam aktivitas keseharian, tentu saja melakukan pengetesan.

    Kamu bisa kenalan lebih dalam lagi dengan Moorissa melalui websitenya ini.

    Baca juga, Mengenal Kamala Harris, Wakil Presiden Perempuan Pertama AS

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Latest Posts

    POPULAR